MENU BAR

TOPO DAN KAWAN-KAWAN

sedang berkelana di malam ramadhan

SIC

KLUB MULTIMEDIA

arya dezper

produk kerja SIC

foto profile

nampang dulu sob... please enjoy

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOLA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

ENAM TRANSFER PEMAIN TERBURUK ( THE WORST SIX PLAYERS TRANSFER )


Chelsea memboyong Fernando 'El Nino' Torres dengan harga yang fantastis yakni mencapai $82 juta. Namun hasilnya, penyerang timnas Spanhol ini hanya mampu mencetak sebiji gol dari 14 laga bersama The Blues.


Alasan itu membuat banyak kalangan menilai pembelian Torres sebagai pembelian sia-sia Roman Abramovich. Tak sedikit juga yang memasukkan pembelian Torres sebagai salah satu transfer pemain terburuk sepanjang masa.

Selain kasus Torres, ada lagi lima transfer pemain terburuk menurut laman bleacherreport.  

1. Zlatan Ibrahimovic 


Dari Inter Milan ke Barcelona pada 26 Juli 2009 dengan nilai transfer $65 juta plus striker Samuel Eto'o. Namun semusim di Barca, Ibra tak mampu menunjukkan kelasnya seperti di Inter. Alasan itu pula yang membuat Barca akhirnya meminjamkan Ibra ke AC Milan. Menariknya, di Milan Ibra kembali menunjukakan performa terbaiknya dan ikut serta mempersembahkan scudetto musim ini.


2. Robinho


Dari Real Madrid ke Manchester City pada 1 September 2008 dengan nilai transfer $53,5 juta. Penyerang mungil asal Brasil ini sempat menjadi pujaan publik Santiago Bernabeu. Namun setelah tiga musim, Robinho diminati Manchester City. Sempat tampil apik di musim pertama bersama Eastlands, Robinho akhirnya terpinggir sebelum akhirnya dilego ke AC Milan. Menariknya, di Milan ia langsung ikut mempersembahkan gelar scudetto bersama Zlatan Ibrahimovic.

3. Andriy Shevchenko


Dari AC Milan ke Chelsea pada 28 Mei 2006 dengan nilai transfer $51 juta . Chelsea awalnya punya harapan besar Sheva akan menjadi pundi-pundi gol bagi The Blues. Bagaimana tidak, 127 gol dalam 208 pertandingan di Milan cukup meyakinkan kualitas Sheva. Namun kontras di Chelsea. Selama dua musim, Sheva hanya mencetak 22 gol dalam 76 laga. Hal itu yang membuat Chelsea akhirnya melepas Sheva.

4. Juan Sebastian Veron


Dari Lazio ke Manchester United pada 12 Juli 2001 dengan nilai transfer $46 juta. Veron menjadi otak keberhasilan Lazio meraih scudetto saat itu. Dan datang dengan status sebagai salah satu gelandang pengatur serangan terbaik di Italia, Veron justru melempem di Manchester United. Hal itu yang membuat MU memutuskan melego La Brujita ke Chelsea pada 2003 dengan nilai transfer hanya $25 juta.

5. Ricardo Kaka


Dari AC Milan ke Real Madrid pada 8 Juni 2009 dengan nilai transfer mencapai $90 juta. Harga itu masuk dalam daftar pemain termahal. Berstatus pemain bintang di Milan, Kaka justru harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkutat pada cedera di Madrid. Hal itu yang membuat Kaka tak tampil maksimal di Madrid. Alasan itu pula yang membuat rumor Kaka akan dilego semakin santer terdengar.

http://kanalbola.vivanews.com







Chelsea signing Fernando 'El Nino' ​​Torres with a fantastic price, reaching $ 82 million. But the result, the attacker Spanhol team is only able to score a goal from a kernel of 14 games with the Blues.The reason it makes a lot of people assessing the purchase of Torres as the purchase of Roman Abramovich wasted. Not a few also include the purchase of Torres as one of the worst transfers of all time.In addition to Torres case, there is again the worst according to five transfer players bleacherreport page.1. Zlatan IbrahimovicFrom Inter Milan to Barcelona on July 26, 2009 for a fee of $ 65 million plus striker Samuel Eto'o. But the season at Barca, Ibrahim was unable to show his class as the Inter. The same reason that makes Barca eventually loaned to AC Milan Ibra.Interestingly, in Milan Ibra back menunjukakan best performance and participation offered scudetto this season.2. RobinhoFrom Real Madrid to Manchester City on 1 September 2008 with the transfer of $ 53.5 million. Petite Brazilian attacker had become a public idol Santiago Bernabeu. But after three seasons, Robinho Manchester City interest. Had performed nicely in his first season with the Eastlands, Robinho finally marginalized before being sold to AC Milan. Interestingly, in Milan he was directly involved with the Scudetto presented Zlatan Ibrahimovic.3. Andriy ShevchenkoFrom AC Milan to Chelsea on May 28, 2006 for a fee of $ 51 million. Chelsea Sheva initially had high hopes going into the coffers of goals for the Blues. How not 127 goals in 208 matches at Milan Sheva is quite convincing quality. But the contrast in Chelsea. Over the past two seasons, Shevchenko scored just 22 goals in 76 matches. It makes Chelsea finally take off Sheva.4. Juan Sebastian VeronFrom Lazio to Manchester United on July 12, 2001 for a fee of $ 46 million. Veron Lazio won a Scudetto success of the brain at the time. And come up with a status as one of the best midfield playmaker in Italy, Veron it sluggish at Manchester United. It makes MU decided to dump La Brujita to Chelsea in 2003 for a fee of only $ 25 million.5. Ricardo KakaFrom AC Milan to Real Madrid on June 8, 2009 for a fee of $ 90 million. The price was included in the list of most expensive player. Status of star players in Milan, Kaka would have to spend more time with dwell on injuries in Madrid. It makes Kaka did not perform optimally in Madrid. The same reason that makes Kaka rumors will be sold more widely heard.

DAFTAR SEBELAS PEMAIN TENGAH TERBAIK DUNIA SEPANJANG MASA ( LIST OF WORLD BEST MIDFIELDER ELEVEN OF ALL TIME )





Ini adalah daftar pemain tengah terbaik di dunia sampai saat ini,
Diego Maradona (Argentina)
Kebengalannya tidak lantas membuat orang menutup mata atas bakat yang dimilikinya. Pada 2000 ia berbagi mahkota Pemain Terbaik Abad Ini versi FIFA bersama Pele, setelah sebelumnya menduduki tempat teratas pada polling online FIFA tentang Pemain Terbaik Abad ke-20. Meski “Gol Tangan Tuhan”-nya banyak menimbulkan kontroversi, siapa yang mampu melupakan gol-nya yang ditembakkan dari jarak 60 meter melawan Inggris di perempat-final Piala Dunia 1986? Bahkan Platini pernah berkata, “Apa yang bisa dilakukan oleh Zidane dengan bola, Maradona (foto) mampu melakukannya dengan sebuah jeruk.”
Pele (Brasil)
Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé (lahir 23 Oktober 1940; umur 68 tahun) adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet.
Dia lahir di Três Corações, Minas Gerais, Brasil.
Johan Cruyff (Belanda)
Cruyff adalah pemegang gelar Pemain Terbaik Eropa tiga kali, rekor yang dibaginya bersama Platini dan Marco van Basten. Pada 1999, ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa Abad Ini versi IFFHS, dan hanya kalah oleh Pele di kategori Pemain Terbaik Dunia Abad ini. Selain dikenal karena sebagai penganut Total Football nomor satu, ia merupakan pemain yang sangat tenang menghadapi saat-saat sulit.
Michel Platini (Prancis)
Dunia mengenalnya sebagai salah satu spesialis tendangan bebas terbaik sepanjang sejarah, selain juga pengumpan yang handal. Di negara asalnya, tak diragukan lagi, ia adalah gelandang terbaik Prancis. Sepak terjangnya di lapangan hijau bahkan mampu membuat Zidane terlihat kecil. Dan itulah yang dikatakan Zidane tentang bintang pujaannya, “Saat saya kecil, saya selalu memilih untuk bermain sebagai Platini bersama teman-teman.”
Zico (Brasil)
Di mata Pele, Zico adalah pemain yang bisa disejajarkan dengan dirinya. Tak heran jika ia dijuluki “Pele Putih”. Meski dikaruniai bakat yang luar biasa dan sering diakui sebagai pemain terbaik dunia pada awal 80-an, ia tidak pernah memenangkan Piala Dunia. Padahal, ia mencetak 66 gol dari 88 pertandingan untuk Brasil, dan tampil di Piala Dunia empat kali, yaitu pada 1978, 1982 dan 1986 World Cups, dengan tim 1982 banyak diakui sebagai yang paling hebat dalam sejarah Brasil, selain tim 1970.
Roberto Baggio
Siapa yang tak mengenal Il Codino? Ia adalah pemain paling populer sepanjang 1990-an dan awal 2000, dan hingga kini merupakan satu-satunya pemain Italia yang mampu mencetak gol pada tiga Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1994, ia berkali-kali menjadi juru selamat Italia, dan membuka jalan ke final. Sayang tendangan penaltinya yang melenceng di final membuat Italia gagal menjadi juara untuk yang keempat kalinya.
Ruud Gullit (Belanda)
Peraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA 1987 dan 1989, ia mampu bermain di berbagai posisi. Ia turut bermain dalam pasukan Belanda yang memenangkan Euro 1988, sekaligus Piala Dunia 1990. Kedatangannya di Milan mampu mengangkat klubnya untuk memenangkan mahkota Serie A Italia untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.
Zinedine Zidane (Prancis)
Inilah salah satu dari dua pemegang gelar Pemain Terbaik Dunia tiga kali, disamping Ronaldo. Pada penampilan debutnya bersama Prancis, ia mencetak dua gol ke gawang Republik Ceko pada 1994. Namun, baru empat tahun kemudian ia menjadi legenda hidup dengan dua gol di final versus Brasil. Pada 2001, ia diboyong oleh Real Madrid dengan rekor transfer termahal senilai €76 juta.
Kaka (Brasil)
Pele pernah berujar, Kaka adalah pemain terbaik di dunia. Tahun lalu ia meraih Bola Emas, dan FIFA-pun tak ragu-ragu menganugerahkan gelar Pemain Terbaik Dunia kepadanya. Selasa lalu, (14/10), jejak kakinya diabadikan di sebelah Zico si stadion terbesar Brasil, Maracana. Mungkin kekurangannya hanyalah karena ia belum pernah memenangkan Scudetto bersama Milan.
Cristiano Ronaldo (Portugal)
Banyak dikecam karena kelakuannya di luar lapangan, tahun ini ia justru berada di puncak ketenaran. Setelah mencetak 42 gol dalam 49 pertandingan, rasanya pantas saja jika ia dijagokan menjadi penerima Bola Emas tahun ini. Tak kurang dari Johan Cruyff juga mendukungnya. Katanya, “Ronaldo lebih baik dari George Best dan Denis Law, padahal keduanya merupakan pemain terhebat dalam sejarah United.”
Gheorghe Hagi (Rumania)
Sang “Maradona dari Balkan” ini banyak dipuja di Rumania dan Turki. Tiga kali tampil di Piala Dunia, ia mencetak 126 kemenangan untuk Romania, dan merupakan topskor dengan 35 gol. Ia adalah satu dari sedkit pemain yang pernah tampil untuk Real Madrid dan Barcelona.


http://rahmatche.wordpress.com


This is a list of the best midfielders in the world to date,Diego Maradona (Argentina)Kebengalannya not necessarily make people turn a blind eye on the talent they have. In 2000 he shared the crown Player of the Century along with Pele's FIFA, having previously occupied the top spot in the online poll about the FIFA Player of the 20th century. Although the "Hand of God goal" of his many controversial, who can forget his goals fired from a distance of 60 yards against England in the quarter-finals of the 1986 World Cup? Platini even once said, "What can be done by Zidane with a ball, Maradona (pictured) could do with an orange."Pele (Brazil)Edison Arantes do Nascimento, better known as Pelé (born October 23, 1940, age 68 years) is the world football legend who comes from Brazil. During his career as a player, Pele managed to bring Brazil into the Football World Champion 3 times, namely in 1958 in Sweden, in 1962 in Chile, and Mexico in 1970. Thanks to these successes, Brazil is entitled to the Jules Rimet Cup.He was born in Tres Coracoes, Minas Gerais, Brazil.Johan Cruyff (Netherlands)Cruyff is the holder of the title three times European Footballer, which divides the record with Platini and Marco van Basten. In 1999, he was elected European Footballer of the Century IFFHS version, and only lost by Pele in the category World Player of the Century. Besides being known for a number of the adherents of Total Football, he is a player who is very calm about tough times.Michel Platini (France)The world knew him as one of the best free kick specialist in the history, but also a reliable feeder. In their home country, no doubt, he is the best midfielder of France. Terjangnya gridiron football in Zidane looks even able to make small. And that's being said about star Zidane hero, "When I was little, I always choose to play as Platini with my friends."Zico (Brazil)In the eyes of Pele, Zico is the player who could be aligned with him. No wonder it is nicknamed the "White Pele". Although blessed with tremendous talent and is often recognized as the world's best players in the early 80's, he never won the World Cup. In fact, he scored 66 goals in 88 games for Brazil, and the World Cup four times, namely in 1978, 1982 and 1986 World Cups, the 1982 team widely recognized as the greatest in the history of Brazil, in addition to the team in 1970.Roberto BaggioWho does not know Il Codino? He is the most popular players throughout the 1990s and early 2000, and until now the only Italian player who can score goals at three World Cups. At the 1994 World Cup, she was repeatedly be savior Italy, and opened the way to the finals. Unfortunately that misses his penalty in the final to Italy failed to win for the fourth time.Ruud Gullit (Netherlands)Winning the title of FIFA World Player 1987 and 1989, he was able to play in various positions. He also played in the Dutch army that won Euro 1988, as well as the 1990 World Cup. His arrival in Milan to lift his club to win the Italian Serie A crown for the first time in nine years.Zinedine Zidane (France)This is one of the two World Player of the holders of three times, in addition to Ronaldo. On his debut appearance with the French, he scored two goals against the Czech Republic in 1994. However, only four years later he became a living legend with two goals in the final versus Brazil. In 2001, he was carried off by Real Madrid for a record transfer worth € 76 million the most expensive.Kaka (Brazil)Pele once said, Kaka is the best player in the world. Last year he won the Golden Ball and FIFA, did not hesitate to confer the title of World Player of him. Tuesday (14/10), footprints immortalized in the next Zico's Brazil's largest stadium, Maracana. Possible shortcomings simply because he has never won the Scudetto with Milan.Cristiano Ronaldo (Portugal)Much criticized for his behavior off the field, this year he would be at the peak of fame. After scoring 42 goals in 49 games, it's worth it if he is the favorite to be this year's recipient of the Golden Ball. No less than Johan Cruyff also supports it. He said: "Ronaldo is better than George Best and Denis Law, even though both are the greatest player in the history of United."Gheorghe Hagi (Romania)The "Maradona of the Balkans" is widely revered in Romania and Turkey. Three times World Cup, he scored 126 victories for Romania, and is the top scorer with 35 goals. He is one of the tiny fraction of the player who has appeared for Real Madrid and Barcelona.

MENGUJI TAJI BRITANNIA (BRITANNIA Taji TEST)



PDFPrint

Image

STOKE – Pacuan menuju posisi 3 Liga Primer semakin kencang saat Arsenal sowan ke Britannia Stadium, markas Stoke City, malam ini. Jika terpeleset, The Gunners bisa kehilangan kans tiket Liga Champions musim depan.

Sukses Chelsea melaju ke final Liga Champions kontra Bayern Muenchen bulan depan sedikit membuat Arsenal waswas.Sebab,jika Chelsea juara,mereka berhak kembali tampil di Liga Champions musim depan dengan status juara bertahan. Akibatnya, peringkat 4 klasemen Liga Primer harus turun ke Europa League. Berarti,The Gunners––julukan Arsenal––harus memastikan finis di peringkat 3 untuk menjaga-jaga kemungkinan tersebut.

Jika tidak,klub London Utara itu bisa kehilangan kesempatan kembali tampil di kasta tertinggi klub-klub Benua Biru. Kini,Arsenal masih berada di peringkat 3 dengan nilai 65,unggul tiga angka dari Newcastle United.Namun,Newcastle punya tabungan satu laga lebih banyak dari Arsenal. Kendalanya,performa The Gunners sedang merosot. Dari dua laga terakhir tanpa Mikel Arteta dan Theo Walcott yang terjerat cedera, Arsenal hanya meraih satu poin.

Secara mengejutkan,di Stadion Emirates,pasukan Arsene Wenger dipermalukan 1-2 oleh Wigan Athletic dan ditahan Chelsea 0-0. Kini,main di Britannia Stadium berpotensi jadi batu sandungan lain untuk Arsenal.Sebab,di kandangnya itu,Stoke sangat sulit dikalahkan. Dari 16 laga di sana musim ini,klub berjuluk The Potters itu meraih 7 kemenangan, 5 seri,dan hanya kalah 4 kali.

”Saat ini,kami masih harus berjuang memburu peringkat 3.Stoke bisa jadi pengganjal kami.Laga ini akan sangat sulit.Karena di Inggris,setiap tim mana pun bisa mengalahkan tim lainnya,” tutur defender Arsenal Thomas Vermaelen. Sejarah menuliskan,Britannia Stadium memang menjadi tempat yang kurang bersahabat buat Arsenal.The Gunners kalah tiga kali dalam empat kunjungan terakhir ke sana di seluruh kompetisi, termasuk kekalahan 1-3 pada babak IV Piala FA 2010.

Selain itu,Stoke tak terkalahkan dalam empat laga kandang terakhir di Liga Primer. Dalam empat laga kandang itu,The Potters meraih 10 poin,hasil 3 kemenangan,dan 1 kali seri. Kerasnya permainan Stoke menjadi pengganjal tim-tim pendatang yang main di sana.Ini juga berhubungan dengan statistik yang menyebut The Potters menjadi tim nomor kedua setelah Everton yang paling banyak melakukan pelanggaran di Liga Primer musim ini.

”Kebanyakan tim harus berjuang dengan permainan fisik Stoke.Ini yang harus kami waspadai,dan kami tak akan terkejut soal itu.Stoke tim yang dihuni pemain-pemain bertubuh besar dan kuat. Kami harus siap untuk itu,” ungkap bek Arsenal Carl Jenkinson di situs resmi klub. Untuk meraih poin penuh,Arsenal berharap banyak kepada Robin van Persie.Namun,belakangan ini,daya gedor striker Belanda itu menurun.

Dalam tujuh laga terakhir,dia hanya mencetak satu gol,itu pun dari titik penalti. Alhasil,torehan 27 golnya di puncak top skor mulai terkejar oleh bomber Manchester United Wayne Rooney yang sudah mengemas 26 gol. Selain itu,Stoke juga masih punya kepentingan untuk tidak kehilangan poin demi finis di 10 besar musim ini.Saat ini, The Potters mogok di peringkat 14,dengan torehan 42 poin,selisih tiga angka dari 10 besar.

”Finis di 10 besar jadi target yang realistis.Apalagi,tiga dari empat laga terakhir kami digulirkan di Britannia Stadium.Tiga laga kandang itu harus dimenangkan,” tandas wingerStoke Jermaine Pennant di situs resmi klub. ●abdul haris 
http://www.seputar-indonesia.com/

Popular Posts

Categories

About

About Me

Foto saya
KESEJAHTERAAN MULTIMEDIA E
Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

Square Banner